RSS Feed

Latihan Soal Yuks!?

Posted by: Unknown / Category:

    1. Apa itu mitigasi?

    2. Apa saja sih penyebab terjadinya kebakaran?

    3. Bagaimana mitigasi sebelum terjadinya bencana kebakaran?

    4. Bagaimana mitigasi saat terjadinya bencana kebakaran?

    5. Apa saja golongan pada luka bakar dan jelaskan masing masing cara pertolongan pertama pada luka bakar?


Baca selengkapnya »

P3K pada korban luka bakar

Posted by: Unknown / Category:






          Setelah terjadi kebakaran, apabila ada korban yang mengalami uka bakar. Ada baiknya dilakukan identifikasi luka bakar dan pertolongan pertamanya. Luka bakar yang terjadi bisa tergolong ringan sampai parah. Berikut istilah pada derajat luka bakar:

1. Luka bakar derajat I 
Kerusakan kulit terbatas hanya pada bagian luar, yaitu kulit ari. Kulit menjadi kemerah-merahan, kering dan tidak sampai menggelembung. Dan biasanya bisa sembuh dalam waktu 5 - 10 hari.

2. Luka bakar derajat II (sedang)
Luka bakarnya sampai ke bawah bagian kulit ari, yaitu kulit jangat. Selain kulit kemerahan, terasa nyeri yang sangat, dan timbul gelembung cairan kuning. Luka bakar ini baru sembuh setelah 10 hari sampai 1 bulan atau lebih, tergantung luas dan dalamnya bagian yang terkena. 

3. Luka bakar derajat III (parah)
Luka bakarnya merasuk dalam sampai ke arah otot dan tulang. Luka pun berwarna pucat sampai hitam. Pada kadaan ini, bagian yang terkena nantinya akan mati rasa karena luka bakar telah merusak ujung syarafnya. Biasanya luka tidak bisa sembuh sendiri, tetapi perlu ditutup dengan kulit yang diambil dari bagian tubuh yang masih sehat.
Bagaimana cara menolong penderita? Lakukanlah penanganan berikut ini.

1. Jika luka bakar derajat satu
 
 -Jika sempat, bukalah pakaian si anak di area yang terkena air panas. 

- Alirkan air sejuk (tetapi tidak dingin) di area tersebut, bisa juga di kompres hingga nyeri berkurang (jangan memakai es karena akan memperlama penyembuhan). 

- Jangan menggunakan mentega, odol, bedak, atau apapun yang katanya dapat digunakan untuk luka bakar sebab bisa meningkatkan risiko infeksi. 

- Cucilah area yang terkena dua kali sehari dengan sabun cair. Jangan mengutak-atik lepuh yang berisi cairan karena berfungsi melindungi kulit dari infeksi. Saat lepuh pecah, bersihkan sisa-sisa kulit yang tertinggal, dan berikan salep antibiotik atau antiseptik lalu tutup dengan perban steril. Ganti perban setiap kali luka dicuci. 

- Jika keluhan nyeri amat mengganggu aktivitas korban, dapat diberikan asetaminofen atau ibuprofen diminum sesuai dosis.
 
- Kompres air sejuk juga bisa mengurangi nyeri.
 
- Jika luka bakar derajat dua dalam atau derajat tiga:
 
- Segera bawa ke unit gawat darurat rumah sakit
 
- Sebelumnya, lakukan tindakan sesuai luka bakar derajat satu
 
- Baringkan korban dengan posisi area yang terkena lebih tinggi
 
- Pastikan area tersebut bebas dari pakaian ataupun ikatan
 
- Selimuti luka bakar dengan handuk bersih yang dilembabkan, jaga - jangan sampai korban kedinginan atau kepanasan.

2. Luka bakar termasuk derajat dua atau tiga 
 
 - Area yang terkena air panas cukup luas, yaitu lebih dari 15-20% permukaan tubuh. Luka bakar bisa menyebabkan kematian karena kehilangan cairan tubuh dan reaksi inflamasi yang berlebihan. Semakin luas area terkena, semakin besar kemungkinan itu terjadi. 

- Luka bakar terjadi di wajah, kepala, tangan, persendian, dan area kemaluan. 

- Luka bakar tampak bernanah, membengkak, dan kulit normal di sekitarnya tampak ikut memerah. 

- Jangan lupa, untuk membawa dan memeriksa ke rumah sakit.

3. Pertolongan bagi Penderita Luka Bakar Berat
 
 - Segera bungkus penderita dengan kain bersih dan bawa ke rumah sakit.

- Buka baju penderita dengan hati-hati, yaitu dengan cara menggunting baju yang melekat pada luka bakar. Jangan menariknya.

- Jika penderita sadar, berikan larutan Moyen, yaitu campuran 1 liter air ditambah 5 gram garam dapur (NaCl) + 4 gram soda kue (NaHCO3). Berikan sedikit-sedikit agar pasien tidak muntah.

- Jika penderita kehilangan kesadaran, periksa penapasan dan denyut nadinya. Apabila ada gangguan, lakukan resusitasi jantung paru dan pernapasan buatan.

Adapun hal-hal yang tidak boleh dilakukan pada penderita luka bakara dalah:

1. Jangan sekali-kali mengobati luka bakar dengan mempergunakan mentega, minyak, garam, kecap, air kapur dan lain sebagainya. Bahan-bahan tersebut bisa mengakibatkan infeksi. Yang paling tepat, luka bakar ringan dan sedang ditolong dengan cara menyiram atau merendamnya dalam air dingin.

2. Jangan memecahkan gelembung kulit yang timbul akibat luka bakar. Ini pun untuk mencegah terjadinya infeksi. 

3. Jangan membalut luka dengan kapas absorbent karena akan melekat pada luka. Untuk luka bakar ringan dan sedang, tutup luka dengan balutan kering.



Baca selengkapnya »

Menanggulangi / Mitigasi saat terjadi kebakaran

Posted by: Unknown / Category:




Oh iya guys! Nih kita dapet cara menanggulangi saat terjadi kebakaran dari kompas.com..
Check it out! =))

KOMPAS.com - Potensi kebakaran gedung dan rumah sebenarnya dapat dihindari dengan berbagai cara. Ada dua cara utama untuk menghindari dan mengantisipasi musibah tersebut.
Cara pertama menghadapinya disebut dengan proteksi aktif, sedangkan teknik kedua dengan proteksi pasif. Meskipun standar yang mengatur kedua hal ini telah ditetapkan, pemilik gedung dan rumah tetap seringkali "kecolongan".
PM Technical Board PT Petrojaya Boral Plasterboard Donny Libra dan Technical Manager PT Petrojaya Boral Plasterboard Indra Budi Wibowo membagi kiat jika musibah tersebut terjadi. Berikut ini hal-hal yang sebaiknya Anda lakukan:

Ketahui rute penyelamatan 

Ketika Anda menempati sebuah gedung, hotel, atau rumah baru, hal pertama yang sebaiknya Anda lakukan adalah mengetahui rute darurat penyelamatan diri. Dengan mengetahui rute tersebut, Anda dapat menghemat banyak waktu dalam penyelamatan diri.

Hindari kepanikan 

Saat terjadi musibah yang tidak Anda inginkan, rasa panik dapat membuat Anda melakukan hal-hal berbahaya. Hindari kepanikan agar Anda dapat berpikir dengan jernih. Usahakan menenangkan diri dan mengingat denah gedung atau rumah Anda.

Gunakan akses menyelamatkan diri 

Pada dasarnya, konsep proteksi pasif adalah menghambat waktu rambat api, terutama di bagian-bagian lorong agar penghuni gedung dapat mencapai tangga darurat. Menurut Donny dan Indra, seharusnya di dalam gedung-gedung publik, keamanan lorong tersebut sudah terjamin.
Penggunaan gipsum tahan api dapat menjadi jalan keluar memberikan proteksi pasif tersebut. Gipsum tahan api mampu menunda perambatan api dan membuat penghuni dapat mencapai lokasi aman.

Pastikan mencapai tangga darurat 

Dalam gedung-gedung publik, konstruksi teraman adalah tangga darurat. Bagian ini memang didesain khusus untuk menjadi jalan keluar yang dapat diandalkan dalam keadaan darurat. Maka, pastikan Anda menggunakan akses ini dan menghindari elevator, serta ruang-ruang tertutup lainnya.


Baca selengkapnya »

Penyebab adanya kebakaran! Check it!

Posted by: Unknown / Category:

Tadi kan di post sebelumnya sudah dijelaskan  soal apa itu kebakaran? Apa itu mitigasi?
Nah maka dari itu, sekarang kita akan menjelaskan asal muasal kebakaran itu dapat terjadi.
Kalian pasti pernah dengar, membaca berita maupun melihat kebakaran itu sering terjadi dimana;)
Inilah beberapa sebabnya:
1.     Korsleting Salah Satu Penyebab Kebakaran

Hal ini sering terjadi di wilayah padat penduduk seperti di Jakarta. Yang kerap sekali kita jumpai disana padat penduduk yang tidak teratur maupun ilegal sekalipun. Sehingga sering terjadi pencurian arus listrik oleh oknum oknum yg tidak bertanggung jawab. Tapi, hal ini juga bisa terjadi di tempat yang aman dan legal sekalipun

2.     Tidak menaati Peraturan yang ada di SPBU

 

3.     Membuang putung rokok yang masih menyala sembarang
 


4.     Kebocoran Gas elpiji

 
Hal ini dapat terjadi juga dikarenakan kurangnya pengetahuan masyarakat akan pemasangan gas elpiji yang tepat dan cara penanggulangannya.

5.     Hutan yang kering dan tandus dan Global Warming

 
Dengan kondisi hutan seperti ini maka  material material yang ada mudah terbakar.

6.     Pembukaan Lahan 

Biasanya manusia melakukan pembakaran hutan untuk pembukaan lahan. Seperti bencana asap Riau akhir akhir ini.


  Faktor alam sebenarnya juga bisa menjadi penyebab kebakaran, adanya kecerobohan yang dilakukan manusia itu sendiri dan yang terakhir “Cemburu Buta” itu penyebab kebakaran yg besar :p wkwkw JK! =D


Baca selengkapnya »